Term Of Use: Konten yang ada dalam situs resmi MAN 3 HSS (MAN Negara) ini boleh dicopy/disalin, dicetak dan didistribusikan untuk tujuan non komersial. MAN 3 HSS (MAN Negara) tidak bertanggung jawab terhadap konten yang disadur pada laman ini yang telah dimodifikasi isi, gambar dan sebagainya yang kemudian disebarkan secara publik sehingga berakibat hukum. Terima Kasih atas kunjungan Anda.

Hari Kedua UAMBN di MAN Negara, Sukses!

Kepala MAN Negara, Drs. H. Saifuddin, MM. ikut memonitoring UAMBN

Negara, MAN Negara – Selasa (11/03) Pelaksanaan UAMBN hari kedua berjalan dengan sukses dan lancar. Sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan, hari ini mengujikan mata pelajaran Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).


Kepala MAN Negara, Drs. H. Saifuddin menjelaskan jumlah siswa-siswi yang mengikuti ujian.  
“Siswa-siswi yang mengikuti ujian pada MAN Negara berjumlah 174 orang, terdiri dari 75 orang jurusan IPA dan 99 orang jurusan IPS yang dibagi dalam 9 ruang besar. Setiap ruang diawasi oleh 2 orang pengawas” jelas Saifuddin.

Tak ketinggalan, Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Hulu Sungai Selatan juga melakukan monitoring UAMBN di MAN Negara, ini dilakukan sebagai pengawasan dalam pelaksanaan UAMBN yang ada di madrasah, sekaligus untuk melihat secara langsung proses pelaksanaannya.

Dari hasil pantauan di lapangan setelah kegiatan ujian hari kedua selesai, beberapa siswa mengeluhkan materi soal yang terbilang sulit. Salah satu siswa mengatakan bahwa soal yang diberikan materinya menjadi luas dari indikator yang mereka pelajari.

“kebanyakan soalnya mengambil dari indikator yang mempunyai materi yang sangat luas, misalnya mengenai Islam di Afrika, dalam hal ini banyak sekali yang harus kita ketahui dan pelajari mengenai penyebaran Islam di Afrika baik perkembangannya, tokoh-tokoh penyebarnya, tahun-tahunnya, daerah-daerah penyebarannya yang luas dan kisah-kisah lainnya yang membuat kami merasa kesulitan menebak mana bagian yang menjadi pertanyaan”. Jelas Ahmad Nizar, salah seorang siswa MAN Negara.

“Soal yang ada kebanyakannya mengambil dari indikator dengan materi dan penjabaran yang sangat luas, misalnya kita tahu tentang tahun mulai masuknya Islam, ternyata yang keluar malah pertanyaan tanggal lahir tokohnya, inilah contoh soal yang kadang sulit untuk ditebak bagian mana yang harus dipelajari dari keluasan materi tersebut, dan itu hanya satu indikator, belum lagi indikator-indikator yang lain”. tambahnya.

Meskipun demikian, ada kepuasan yang terpancar dari wajah siswa-siswi, mereka dapat melalui UAMBN hari kedua dengan baik dan bersiap untuk ujian berikutnya esok hari. (MAN Negara)
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda